Acara Bakti Sosial : Penanaman 1000 Mangrove

Acara Bakti Sosial : Penanaman 1000 Mangrove

(Semarang, 5 Mei 2018) Himpunan Mahasiswa Mesin Universitas Diponegoro telah melaksanakan Penanaman Mangrove yang merupakan salah satu program kerja Bidang Kepedulian Sosial Himpunan Mahasiswa Mesin Universitas Diponegoro. Acara tersebut bertempat di  Mangunharjo, Tugu, Mangkang Wetan, Semarang pukul 09.00 – 12.00 WIB. Acara ini meliputi perbaikan lingkungan sekitar pesisir laut serta pemeliharaan berkelanjutan tanaman mangrove sebagai upaya pencegahan abrasi air laut bertemakan “Save the Earth in Our Hand”.

Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR), Daniel Murdiyarso, dalam risetnya (Murdiyarso et al., 2015), menjelaskan bila hutan mangrove Indonesia menyimpan lima kali karbon lebih banyak per hektare, dibanding hutan tropis dataran tinggi

. Mangrove Indonesia juga menyimpan 3,14 miliar metrik ton karbon (PgC). Sedangkan bagian bawah ekosistem menyimpan karbon sebesar: 78% karbon dalam tanah, 20% karbon di pohon hidup, akar atau biomassa, dan 2% di pohon mati atau tumbang. Berdasarkan informasi dari CIFOR, mengenai Mangrove Indonesia: Berkas fakta: Kekayaan nasional dalam ancaman, disebutkan sekitar 3 juta hektare hutan mangrove tumbuh di sepanjang 95.000 kilometer di pesisir Indonesia. Maka dari itu, sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma perguruan tinggi, HMM Undip Bekerja sama dengan Dinas kehutanan Kota Semarang untuk penyediaan tanaman mangrove sebanyak 1000 bibit yang dipersiapkan untuk dilakukan penanaman di daerah Mangunharjo, kegiatan ini sebagai langkah pengenalan mangrove secara lebih baik dan intensif, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya untuk menjaga mangrove. Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa Teknik Mesin Undip dan warga sekitar Mangunharjo dengan sangat antusias. Dimulai dengan pemaparan dari pihak pengelola mangrove mengenalkan tanaman mangrove dan bagaimana cara menanam maupun perawatan tanaman mangrove secara berkelanjutan. Kemudian acara dilanjutkan dengan penanaman mangrove walaupun kondisi air laut saat itu masih dalam keadaan pasang tidak menyurutkan mahasiswa dan warga sekitar untuk ikut berkontribusi untuk mencegah abrasi air laut  di masa kedepannya. Hutan merupakan paru-paru dunia yang keberadaannya sangat menentukan kehidupan di sekitarnya. Oksigen akan tersedia semakin banyak di lingkungan tersebut untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup lainnya. Dengan adanya banyak hutan seperti mangrove berarti kelestarian lingkungan dan ekosistem bisa tetap terjaga dengan baik.